Jalani Sidang Perdana, Tiga Terdakwa Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Amini Dakwaan JPU

SURABAYA – Tiga terdakwa dalam kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura, Habib Abdul Khodir bin Al Hadad, Hadi Mustofa dan Supandi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (11/9/2019).

Sidang dengan agenda dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tulus Ardiansyah dari Kejari Sampang berlangsung di ruang Candra dipimpin oleh Majelis Hakim Edy Soeprayitno S Putra.

Sebelum surat dakwaan dibacakan JPU, Ketua majelis hakim Edy terlebih dulu memeriksa satu persatu identitas ketiga terdakwa. Saat diperiksa, salah satu terdakwa bernama Hadi Mustofa ini sempat merevisi tahun kelahirannya.

Tercantum dalam BAP, kelahiran tahun 1991, namun dalam KTP tertulis tahun 1999. “Waktu di Polisi saya lupa pak Hakim, saya lahir tahun 1999,” kata terdakwa sambil menunjukkan KTP yang dibawa salah satu keluaganya juga terlihat menyaksikan persidangan.

Setelah mengetahui perbedaan identitas tersebut, majelis hakim lantas meminta JPU untuk segera merevoi dan dilanjutkan membacakan surat dakwaannya.

“Silahkan ini di renvoi pak Jaksa, karena memang di KTP kelahirannya tahun 1999,” pinta Hakim yang langsung diparaf oleh Jaksa sebagai tanda perbaikan atas identitas terdakwa tersebut.

Baca Juga:  Terdakwa Penipuan Di Vonis Ringan Oleh Hakim PN Surabaya

Selain itu JPU Tulus juga membeberkan alasannya mengapa kasus ini dipersidangkan di PN Surabaya. Pada perkara ini, dalam dakwaan JPU menyebutkan para terdakwa memiliki peran masing-masing.

“Terdakwa Habib Abdul Khodir bin Al Hadad berperan aktif mengumpulkan massa untuk melakukan aksi hingga melakukan pembakaran Mapolsek Tambelangan yang menyebabkan beberapa anggota Polisi mengalami luka,” papar JPU Tulus membacakan surat dakwaan dihadapan Majelis hakim.

Andry Ermawan dan Agung Widodo, selaku tim kuasa hukumnya tiga terdakwa memutuskan untuk tidak mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan JPU.

“Setelah kita koordinasi dengan para terdakwa, kita putuskan untuk tidak mengajukan eksepsi,” kata Andry Ermawan.

Dengan tidak mengajukan keberatan, Ketua majelis hakim Edy Soeprayitno S Putra meminta JPU Tulus Ardiansyah untuk melanjutkan ke pembuktian dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

“Hari ini kami belum siap majelis, karena Kamis besok, kami masih membacakan surat dakwaan untuk enam terdakwa lainnya. Kami minta waktu satu minggu untuk hadirkan saksi sekaligus saksi saksi ini akan bersaksi di perkara enam terdakwa lainnya,” kata JPU Tulus Ardiansyah yang diamini majelis hakim dengan menunda persidangan hingga Kamis (19/9).

Baca Juga:  Kemplang Pajak Capai Rp 1,64 miliar, Dua Pengusaha Asal Surabaya Jalani Sidang Perdana

Sementara 6 (enam) tersangka lainnya akan disidangkan pada hari Kamis (12/9/2019) besok. Mereka adalah Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Muqtadir, Hasan Achmad, Ali dan Abdul Rohim.

“Sidangnya terpisah karena perannya berbeda. Majelis hakim yang menyidangkan juga beda mas,” kata JPU Junaedi dari Kejati Jatim usai sidang, Rabu (11/9).

Untuk diketahui, peristiwa pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura ini dibakar massa pada Rabu, 22 Mei 2019 lalu. Kobaran api tersebut juga mengakibatkan kantor Polisi ludes terbakar.

Motif pembakaran itu diduga dipicu dari informasi hoaks yang menyebut seorang ulama Madura ditangkap Polisi saat mengikuti aksi di Jakarta, pada 22 Mei lalu.

Ketiga terdakwa ini didakwa dengan Pasal berlapis, yakni melanggar Pasal 200 KUHP tentang Perusakan Fasilitas Umum, Pasal 187 KUHP tentang Pembakaran, serta Pasal 170 KHUP tentang Pengeroyokan. (Ady)