Ini Visi Misi Adik Dwi Putranto, Calon Ketua Umum Kadin Jatim

SURABAYA – Adik Dwi Putranto siap maju menjadi calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim), dalam Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VII Kadin Jatim yang digelar tidak lama lagi.

Adik Dwi Putranto mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi dunia usaha yang tergabung di Kadin Jatim. Adik juga siap bersinergi dengan banyak pihak untuk mendorong peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business) di Tanah Air.

“Ada banyak asosiasi dunia usaha yang mendukung, jadi kita akan bersama-sama memperkuat Kadin Jatim. Saya kira kita semua sepakat bahwa di tengah tantangan ekonomi dunia yang melambat, investasi baru harus digerakkan, inisiatif-inisiatif kewirausahaan wajib dimunculkan. Kadin Jatim siap membantu peningkatan ease of doing business sebagai fokus utama kerja organisasi ini,” ujar Adik Dwi Putranto yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Senin (25/11/19).

Adik Dwi Putranto menjelaskan bahwa, peningkatan kemudahan berusaha bukan hanya tugas pemerintah, dunia usaha pun berperan sangat penting.

“Karena kemudahan dalam berbisnis memiliki cakupan sangat luas dalam praktiknya. Bukan saja kemudahan memulai usaha dari sisi perizinan, tetapi lebih dari itu, kita harus memastikan kemudahan dari hulu hingga hilir sektor dunia usaha,” kata pengusaha bidang agribisnis tersebut.

Untuk pencalonan sebagai Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengusung visi “Memastikan selama lima tahun ke depan. Kadin dapat memberikan konstnbusi aktlf yang terukur secara kualitatif dan kuantitatif, kepada khususnya anggota dan pemerimah pada umumnya”.

Baca Juga:  Dengan Implementasi Industri 4.0, La Nyalla Harapkan Dapat Tingkatkan Efisiensi dan Efektivitas Industri Manufaktur Jatim

Selain visi, Adik Dwi Putranto juga mengusung lima misi, dalam pencalonan Ketua Umum Kadin Jatim periode 2019 – 2024.

“Kami juga menjalakan misi yakni”

  1. Membuat roadmap Ease Doing of Business di Jawa Timur tahun 2020-2025,
  2. Melakukan upaya konkret realisasi sinergi percepatan perbaikan iklim usaha antara Kadin Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui task force bersama yang dipimpin Ketua Umum Kadin, dan Gubernur Jawa Timur dengan melibatkan seluruh stakeholder, Forpimda, Dunia Usaha, dan Serikat Pekerja.
  3. Membentuk Dewan Energi Daerah, Dewan Pangan Daerah, dan Dewan Ekonomi Daerah
  4. Membuat saluran komunikasi cepat dengan membuka Hotljne Kadin Jatim bagi para pengusaha anggota KADIN.
  5. Mendorong lahirnya pengusaha baru di Jawa Timur melalui semua channel yang dapat digunakan yang salah satunya dengan memperkuat peran Kadin lnstitute sebagai lembaga taktis Kadin Jatim.

Perlu diketahui latar belakan pendidikan dan pengalaman Adik Dwi Putranto sebagai calon Ketua Umum Kadin Jatim sebagai berikut;

PENDIDIKAN

  • Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

ORGANISASI

  • Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda) Jatim
  • Ketua ADIL (Asosiasl Distributor dan Leveransir Indonesia), sampai sekarang
  • Ketua BKSP (Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) Jawa Timur, sampai sekarang
  • Wakil Ketua KAD (Komite Advokasi Daerah) Anti Korupsi Jawa Timur, sampai sekarang
  • Kabid Advokasi dan Hukum DPD V Hiswana Migas (Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas)
  • Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Timur Bidang Pertanian dan Agrobisnis
  • Wakil Ketua GAPEKNAS Jatim
  • Wakil Ketua ATAKI Jatim 
  • Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim
Baca Juga:  La Nyalla Ajak Pemerintah Peduli Terhadap Petani

PERUSAHAAN

Direktur Utama :

  • PT. Empat Saudara Jaya
  • PT. Adik Dwi Putranto

Wakil Direktur :

  • PT. Hahesa Wong Ateleng

Komisaris Utama:

  • PT. Trinatha Perkasa
  • PT. Trijogo
  • PT. Pelangi Berlian Perkasa
  • PT. Satria Birawa Perkasa
  • PT. Catur Birawa
  • PT. Sang Gerindrawangsa

Adik mengusung visi dan misi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin, salah satu fungsi organisasi tersebut adalah menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang memungkinkan keikutsertaan yang seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia.

“Maka ke depan kami akan menyusun roadmap Ease Doing of Business di Jawa Timur tahun 2020-2025. Apa-apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Jatim sesuai standar Bank Dunia. Dengan ease of doing business yang meningkat, tentu perekonomian Jatim bakal makin akseleratif,” pungkas Adik Dwi Putranto. (*)