Haries Purwoko Apresiasi Kader Pemuda Pancasila Surabaya Tutup Logo Resto yang Lecehkan NKRI

SURABAYA – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya mengambil sikap terhadap resto NKRI milik Albert di Jalan Raya Tunjungan Surabaya, lantaran menggunakan nama NKRI dengan kepanjangan “Nasi Kulit Rego Irit”.

Menanggapi aksi sikap tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Haries Purwoko mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh para kader-kadernya itu.

Menurut Haries, tindakan yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila Kota Surabaya selaku Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) itu adalah bentuk kekuatan sosial untuk bangsa Indonesia dalam menjaga dan mengamalkan Pancasila.

Selain itu, tujuan kami (Pemuda Pancasila Surabaya,red) adalah membangun manusia Indonesia yang berkarya, berinovasi serta bermartabat dalam menjaga marwah NKRI.

“Sikap dari Pemuda Pancasila ini untuk merawat kebhinekaan bangsa guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Peran PP tersebut digunakan untuk kepentingan cita-cita nasional dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Haries saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2020).

Baca Juga:  Samsurin: Walikota Surabaya Jangan Tutup Pasar, Ribuan Pedagang Bisa Bangkrut

Haries berharap para kader – kadernya tetap semangat mengokohkan pengabdiannya kepada Ibu Pertiwi. Sehingga semakin menguatkan eksistensi Pemuda Pancasila dalam kancah kebangsaan.

“Soliditas dan militansi para kader – kader PP Surabaya ini adalah tantangan untuk mengadapi ancaman pada bangsa kita seperti, masalah radikalisme, terorisme yang ingin mengganti ideologi Pancasila, ingin mengubah UUD ’45, serta ingin merusak NKRI, dan ingin memporak-porandakan kemajemukan bangsa kita,” pungkas Haries.

Sementara itu, Ketua OKK Pemuda Pancasila Surabaya Samsurin menjelaskan bahwa, pihaknya telah menginstruksikan kepada para kader Pemuda Pancasila Kecamatan Gubeng dan Kecamatan Genteng serta berkoordinasi dengan Kodim setempat agar mendatangi resto tersebut.

“Kita ingatkan bahwa nama NKRI itu adalah identik dengan sejarah yang tak terpisaahkan bangsa ini. Itu adalah marwah UUD 1945, yang memiliki nilai persatuan. Jadi jangan dibuat main-main, apalagi diplesetkan,” kata Surin – sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Makna Pahlawan Bagi Seorang Haries Purwoko

Menurut Surin, NKRI harga mati. Jadi tidak boleh dilecehkan dengan cara apapun.

“NKRI yang seharusnya disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia, kini diberi nama Nasi Kulit Rego Irit (NKRI). Ini kan pelecehan dan tidak bisa kami terima,” tegas Surin.

Dari aksi Pemuda Pancasila yang turun ke lokasi, akhirnya berhasil menutup logo tersebut, dan pihak manajemen resto pun berjanji akan menganti nama NKRI resto itu.

“Kami akan terus mengawasi usaha-usaha yang memecah belah persatuan anak bangsa. Jadi simbol-simbol persatuan ini, jika dinodai maka kami siap melawan,” pungkasnya. (AF)