Hakim Belum Siap, Putusan Sugi Nur Batal Dibacakan

SURABAYA – Sidang putusan kasus dugaan ujaran kebencian, dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya batal dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh H. Slamet Riadi, S.H., M.H.

Sidang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB berjalan lebih cepat. Alasan belum siap, majelis hakim menunda persidangan dan akan digelar kembali pekan depan.

“Putusan masih dalam penyusunan. Sidang digelar kembali pekan depan, hari Kamis, (24/10/2019),” kata hakim Slamet mengakhiri sidang dengan mengetuk palu.

Andry Ermawan selaku kuasa hukum Gus Nur sangat menyayangkan dan kecewa atas penundaan sidang dari hakim. “Kalau kecewa ya jelas kalau dari kita. Tapi itu haknya hakim juga, kalau hakim mengatakan tidak siap ya sudah,” ungkap Andry Ermawan kepada awak media usai sidang, Kamis (17/10/2019).

Baca Juga:  Eksepsi Ditolak, Jaksa Borgol Tangan Henry J Gunawan dan Iuneke

Karena menurut Andry, sebelumnya menjalani sidang putusan ini kliennya telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Mengingat agenda Gus Nur sebagai pendakwah sangat padat, sehingga difokuskan lagi dari Medan ke Surabaya.

“Gus Nur ini sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, dari safari dakwahnya yang masih ada agenda lain. Dia fokuskan lagi kesini, dari Medan ke Surabaya. Umatnya dia kan tidak hanya di Surabaya, dari Medan dan Banten juga ingin memberi support. Sekarang mereka datang, tapi sidangnya ditunda begitu saja. Tapi itu haknya hakim, ya silahkan saja,” tambahnya.

Sedangkan pantauan dilokasi, sebanyak 400 personel gabungan dari TNI-Polri terlihat berjaga di area sekitar PN Surabaya, guna mengamankan sidang kasus vlog ujaran kebencian dengan agenda putusan hari ini.

Baca Juga:  Terdakwa Penipuan Di Vonis Ringan Oleh Hakim PN Surabaya

Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, Kompol Oki Ahadian mengatakan, selain menerjunkan 400 personel, area PN juga dikelilingi pagar berduri dan disiagakan mobil pengurai massa.

“400 personel kita terjunkan untuk mengamankan sidang Gus Nur. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” papar Oki.

Sekitar pukul 09.00 WIB, dua kelompok massa terlihat menuju PN Surabaya Jalan Arjuno. Dua kelompok itu adalah massa dari LBH Pelita Umat pembela umat dan Banser.

Kedatangan massa baik dari pihak pelapor maupun terlapor tersebut turut mengawal sidang kasus ujaran kebencian dari video vlog hina NU yang dilaporkan Forum Pembela Kader Muda NU.

Setelah mengetahui bahwa sidang ditunda, massa pun memilih membubarkan diri. Jalan Arjuno yang sempat ditutup total itupin kembali dibuka pada pukul 10.00 WIB. (Ady).