Gubernur Khofifah Tinjau Langsung Operasi RS Terapung di Kangean

SUMENEP – Disela-sela melakukan kunjungan kerjanya di Pulau Kangean, Kab. Sumenep, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri untuk meninjau dua unit Rumah Sakit Terapung Kesatria Airlangga (RSTKA) yang bersandar di Dermaga Pulau Kangean, Kab. Sumenep, Sabtu (30/11) siang.

Didampingi Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso, General Manager PLN UID Jatim Bob Saril, Kepala Dinas ESDM Prov. Jatim Setiajit, dan Bupati Sumenep Busyro Karim, Gubernur Khofifah melihat proses layanan kesehatan di ruang operasi yang sedang berjalan di dua unit RSTKA hasil bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun berkesempatan melihat pelayanan kesehatan yang diberikan RSTKA kepada warga Kangean, Kab. Sumenep. Mulai dari pengobatan gratis, bedah minor (lipom bedah), pemeriksaan pasien pasca operasi, serta pemeriksaan screening deteksi.

Tak hanya itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu pun berkesempatan melihat ruang operasi dan pasca operasi di kapal RSTKA bernama KM Gandha Nusantara 01 dan KM Gandha Nusantara 02. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun berkesempatan berdialog dengan Kepala RSTKA, dr. Agus. Gubernur Khofifah pun menanyakan berbagai persoalan yang menjadi kendala dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Monggo kalau butuh tambahan energi listrik, ini mumpung ada Direktur nya PLN. Karena kan ada radiologinya yang butuh power yang kuat,” ujar Gubernur Khofifah.

Baca Juga:  Penuhi Undangan Gubernur, Pimti Kemenkumham Jatim Hadiri Upacara Detik-detik Proklamasi

Seusai meninjau dua unit kapal RSTKA, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa kunjungannya melihat dua unit RSTKA tersebut ingin mengetahui secara dekat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Kangean. Termasuk untuk mengetahui kendala-kendala apa yang bisa dicarikan solusinya.

“Pertama memang kebutuhannya lebih besar dari yang sudah bisa dipenuhi. Dimana ada titik-titik, kapal ini butuh tempat merapat. Ada yang tidak cukup untuk bisa didarati kapal ini. Setelah beroperasi dua bulan kita akan evaluasi agar ke depan bisa lebih maksimal layanannya termasuk pulau- pulau mana saja yang harus dilayani ,” ujarnya.

Selain itu, masalah delay life atau terkait dengan operational cost perlu dikordinasikan dengan tepat. Untuk itu, tim medis dan para medis yang bertugas di RSTKA merekomendasikan pemprov Jawa Timur dengan membentuk UPT.

“Jadi (perlu) dibahas ulang dan dikaji ulang. Untuk penambahan UPT, kemudian infrastruktur untuk merapatnya kapal juga misalnya,” terangnya.

Mantan Menteri Sosial RI Kabinet Kerja Presiden Jokowi itu menyampaikan bahwa operasional RSTKA selama ini berjalan baik dan lancar. Dirinya berharap, kedua unit kapal tersebut dapat memaksimalkan layanannya kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Madura.

“Alhamdulillah kita dapat support dari kementerian perhubungan dan kementerian kesehatan untuk menyiapkan layanan kesehatan berbadis rumah sakit apung sehingga program yang merupakan salah satu janji kampanye ini dapat kita wujudkan cepat . Kita ingin melayani dan melayari layanan kesehatan terutama di daerah Kepulauan Sumenep. Tahun 2020 sudah di dalam koordinasi Pemprov. Saat ini operational cost nya masih berada di Kementerian Perhubungan,” terangnya.

Baca Juga:  Khofifah Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Bojonegoro Tangani Puting Beliung

Sementara itu, dua kapal RSTKA sendiri merupakan bantuan dari Kemenhub RI bekerjasama dengan Kemenkes RI yang diserahkan kepada Pemprov Jatim bulan Agustus 2019. Kedua kapal tersebut difungsikan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan keduanya juga bisa dimanfaatkan sebagai alat transportasi. Dua kapal tersebut akan dioperasikan di gugus-gugus kepulauan di Sumenep.

Satu kapal akan distand by-kan di Pulau Kangean untuk melayani Sapudi dan Raas. Satu lagi distandby-kan di Sapeken dan Masalembu.

Tahun ini, kedua kapal tersebut masih dikelola oleh Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Dan 2020 mendatang, kapal tersebut akan dioperasikan oleh Pemprov Jatim, Dishub dan Dinas Kesehatan. Pembuatan kapal RSTKA sendiri baru pertama kali di Jatim dan diletakkan di Kab. Sumenep sebagai pilot project.

Kedua kapal tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Kabupaten Sumenep 15 Agustus 2019 yang lalu.

Pengoperasian kapal ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan (MoU) antara tiga instansi, yakni Kemenhub, Kemenkes dan Pemprov Jatim.

Penyediaan Kapal Rumah Sakit Terapung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berada di kepulauan di Madura.

Kapal-kapal ini merupakan hasil hibah dari Kemenhub kepada Kemenkes dan Pemprov Jatim. Pelayanan kesehatan yang dilakukan bersifat promotif, preventif, dan kuratif sekaligus rehabilitatif. (AF)