Gubernur Khofifah Sebut Stadion GBT Bau Sampah

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengusulkan soal stadion di Jatim yang menjadi venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada tahun 2021.

Dari 10 stadion yang diajukan PSSI, Khofifah menawarkan satu stadion yakni Stadion Kanjuruhan di Malang.

Hal ini telah disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Zainudin Amali. Khofifah menjelaskan ada beberapa stadion di Jatim yang diajukan PSSI, mular dari Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan dan Stadion Gelora Bangkalan.

“Maka dari awal saya menyampaikan opsi, inikan diajukan 10 titik, salah satunya GBT, tetapi saya sudah ke GBT kalau sore kena angin itu ada aroma sampah,” ungkap Khofifah, Sabtu (02/11/2019).

Baca Juga:  Pemprov Jatim Siapkan Lahan 72 Hektar untuk Bumi Perkemahan dan Pusdiklat Pramuka Jawa Timur

Disinggung apakah pemilihan Stadion Kanjuruhan karena ada kejadian kerusuhan yang dilakukan suporter Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sehingga merusak sebagian fasilitas di GBT, Khofifah membantahnya.

Jauh sebelum peristiwa kerusuhan oleh oknum suporter Persebaya Surabaya, GBT bukanlah satu satunya opsi stadion yang ditawarkan. Aroma kurang sedap akibat sampah, dikhawatirkan akan mengganggu pertandingan. Khofifah pun juga telah melakukan survei langsung di GBT.

“Engko nek pas (nanti kalau) FIFA ke sana terus pas anginnya masuk, ini aroma apa? Makanya kita menyampaikan opsi lain, pokoke Jawa Timur harus ada yang dijadikan venue,” target dia.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini menjelaskan pertimbangan pemilihan Stadion Kanjuruhan Malang, dapat mensupport latihan tim yang akan bertanding. Sedangkan, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, tim bisa menggelar latihan di wilayah Surabaya.

Baca Juga:  Sambut Hari Sumpah Pemuda, Khofifah Ikuti Gowes Kebangsaan

“Tapi kalau di Kanjuruhan, relatif itu tersupport. Bukan soal Bonek Mania atau Aremania lho rek,” cetusnya.

Khofifah menegaskan hanya ingin salah satu stadion di Jatim menjadi satu di antara 10 venue yang diajukan ke FIFA sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan sepak bola Piala Dunia U-20 tahun 2021.

“Makanya harus ada opsi, dari awal lo ya bahasa saya. Sehingga, kalau ini kurang, bagaimana kalau ini. Kalau ini kurang, kurangnya apa. Yang ngerti adalah sudah mengetahui standart FIFA,” pungkas Khofifah. (Red/LI)