Gubernur Khofifah Buka Festival Seni Keagamaan Hindu 2019

SURABAYA – Festival Seni Keagamaan Hindu tingkat Nasional ke III 2019, yang diikuti oleh 21 Provinsi resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Festival seni Keagamaan Hindu yang diselenggarakan setiap tiga tahunan sekali ini, digelar di Jatim Expo Surabaya, Selasa (17/9).

Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, karena mempercayakan Jawa Timur sebagai tuan rumah festival seni keagamaan Hindu.

Khofifah meyakinkan, Jatim aman dan nyaman untuk semua warga negara Republik Indonesia. “Terima kasih, telah memilih Jatim sebagai tuan rumah,” ucap Khofifah.

Khofifah dalam sambutannya juga menyampaikan pesan kebangsaan yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Indonesia Bung Karno.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Lepas Warga Jatim Ke Daerah Asal, Pasca Insiden di Wamena

“Kalau umat Islam tidak perlu menjadi Arab. Umat Hindu gak perlu jadi orang India,” ujar Khofifah disambut tepuk tangan meriah peserta.

Dikatakannya, masyarakat Indonesia dipersatukan bukan karena agama, tetapi karena Indonesia. Khofifah berpesan, agar para delegasi dari 21 provinsi yang hadir ini, dapat menikmati juga keindahan Jatim.

“Mudah-mudahan seluruh Indonesia bisa menikmati indahnya Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu, I Gde Diun Arthana, SH., selaku Ketua PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) Sidoarjo menyambut baik dengan adanya festival keagamaan Hindu Nasional ke-3 di Jatim.

Menurut I Gde Diun Arthana event seperti ini dapat menjadi alat perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ditengah konflik yang akhir-akhir ini terjadi di Papua.

Baca Juga:  Jogo Jawa Timur, Tiga Pilar Ajak Masyarakat Ngontel Bareng

Karena event ini juga diikuti oleh PHDI Papua yang mengirimkan perwakilannya dalam acara tersebut.

Event ini, lanjut I Gde Diun Arthana juga sebagai bukti bahwa Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan budaya.

“Kami sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan ini. Acara seperti ini secara tidak langsung dapat menjadi alat perekat persatuan bangsa dan negara, sekaligus menunjukan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali warisan budaya, karena dalam acara itu banyak sekali menampilkan aneka seni budaya Hindu dari 21 Provinsi di Indonesia,” ujarnya. (AF).