Gubernur Khofifah Ambil Tindakan Tegas Terkait Dugaan Skandal Sekda Bondowoso Saifullah

BONDOWOSO – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ambil tindakan tegas, setelah beredarnya chat mesra di WhatsApp, yang membongkar dugaan skandal Sekda Bondowoso Saifullah dengan seorang dokter gigi di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bondwoso.

Dokter gigi tersebut ialah drg. Hayu. Dalam chat mesra itu, Saifullah mengungkapkan jika dirinya menyukai perempuan Jawa yang berkulit putih

“Hayu… Hayu… gemes aku Kesukaanku orang putih jawa… dan baju yang kontras dengan kulit aku suka,” ungkap Sekda Syaifullah dalam chat yang tersebar di media sosial itu pada Kamis (27/08/20) itu

Nomor yang digunakan orang tersebut untuk menyebarkan tangkap layar chat WhatsApp ke sejumlah orang, termasuk wartawan, yakni 0852 3052 6258.

Isi dalam percakapan itu tampak mesra, diduga Sekda Bondowoso Saifullah cenderung merayu. Salah satunya, Saifullah menyapa dengan panggilan sayang.

Terkait hal tersebut, Sekda Bondowoso, Saifullah tak menampik bila dia sempat saling berbalas pesan dengan dokter itu. Saifullah juga membenarkan, bila chat WhatsApp yang tersebar itu merupakan isi pesan antara dia dengan dokter berinisial drg. Hayu.

“Kalau chat atau percakapan yang tersebar mungkin benar. Semua orang juga melakukan (chat dengan lawan jenis) itu. Kalau ada pesan atau hal ‘kotor’ di dalam tangkap layar tidak benar,” katanya saat diwawancara sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (26/8).

Saifullah menjelaskan, Ia hanya membantu drg. Hayu dalam proses perceraiannya dengan mantan suami sehingga berjalan lancar.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Apresiasi Semua Pihak Yang Terlibat Aksi Resik-Resik Sungai

Sebab, drg. Hayu mengeluh kepadanya proses perceraian dengan mantan suami menemui kendala beberapa bulan lalu melalui chat WhatsApp.

“Saya hanya bantu proses perceraiannya. Bukan berarti saya mendampinginya dalam proses perceraian. Hanya memberikan saran melalui chat,” jelasnya

Saifullah menduga ada pihak yang ingin menjatuhkannya dari kursi jabatan. Cara yang dilakukan, yakni menyebar chat WhatsApp dengan drg. Hayu.

“Tidak mungkin ada orang menggangu saya tanpa sebab. Pasti ingin menjatuhkan saya. Cara menghancurkannya mungkin seperti itu,” terangnya.

Sementara reaksi drg. Hayu memilih tak berkomentar kala ditanya soal kebenaran chat pribadinya dengan Sekda Saifullah tersebar di sejumlah nomor WhatsApp dan grup Facebook.

Ia hanya merekahkan senyumnya sembari berjalan menuju mobil. “Untuk saat ini saya tidak bisa berkomentar. Kepentingan saya mau bertemu Bupati (Salwa Arifin),” katanya saat diwawancarai sejumlah wartawan kala menyambangi Pendopo Bupati, Kamis (27/8).

Gubernur Khofifah Ambil Tindakan Tegas

Menanggapi viralnya skandal tersebut, Gubernur Khofifah tak tinggal diam. Khofifah langsung mengambil tindakan tegas.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar mengatakan, Sekda Saifullah diberhentikan sementara berkaitan dengan pelanggaran kode etik ASN.

Hal itu terkait dengan kasus ancaman kekerasan yang dilakukan Saifullah pada mantan kepala BKD Bondowoso Alun Taufana dan salah satu pegawai BKD Sulis.

“Ini perintah dari Gubernur pada kami untuk segera menonaktifkan,” kata Irwan, saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari Tawarkan Kemudahan Investasi di Jatim

Saat ini, Saifullah diperiksa oleh Inspektorat Pemprov Jawa Timur di kantor Inspektorat Bondowoso. Irwan menuturkan, pemberhentian sementara itu sampai masalahnya selesai.

Sekda Saifullah diduga melanggar Pasal 3 Nomor 4, 6 dan 9 serta Pasal 4 Nomor 1 dengan ancaman hukuman disiplin berat sebagaimana Pasal 7 Ayat 4 PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Dia menegaskan, Pemkab Bondowoso segara meminta kepada Pemprov Jawa Timur untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

“Insya Allah hari ini, sebetulnya yang menentukan kita, tapi untuk menetralisir keadaan, diambilkan dari provinsi,” papar Irwan.

Menurut Irwan, pemberhentian sementara itu tidak akan menghambat kinerja pemerintah daerah Bondowoso.

Sebab, Pemkab sudah meminta Pemprov Jawa Timur agar segera mengeluarkan keputusan pengganti kekosongan itu.

“Satu dua hari ini, insya Allah hari ini ada kabar dari Provinsi, siapa yang akan ditunjuk sebagai Plh, sekaligus menyiapkan penjabat,” ujar dia.

Sebelumnya, Sekda Saifullah sempat menjadi sorotan karena mengancam melakukan kekerasan pada mantan kepala BKD Alun Taufana. Akibat ancaman itu, Alun Taufana mengundurkan diri dari jabatannya.

Ancaman kekerasan itu terjadi sebelum pelantikan Sekda Saifullah. Saat itu, Saifullah menilai BKD lamban dan tidak mengindahkan perintah bupati tentang pelantikan Sekda.

Tak hanya itu, Saifullah mengancam akan memindahkan seluruh staff BKD. Bahkan mengancam akan memenjarakan mereka. Kasus tersebut sekarang sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Bondowoso. (*)