Enam Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Raya Gubeng Jalani Sidang Perdana

SURABAYA – Kasus amblesnya Jalan Gubeng memasuki babak baru. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengadili enam terdakwa, yakni Ir. A.I. Budi Susilo, Rendro Widoyoko, Aris Priyanto dari PT Nusa Konstruksi Enjineering (NKE), Ruby Hidayat, Lagi Samar Handrian dan Aditya Kurniawan Eko Uyuono dari PT Saputra Karya dengan 2 berkas terpisah.

Sidang perdana digelar di ruang Cakra PN Surabaya dengan pembacaan surat dakwaan dari dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang berbeda, ialah Rachmat Hari Basuki dan Dini Ardhany. Dalam persidangan kasus amblesnya Jalan Gubeng ini dipimpin oleh R. Anton Widyopriyono, S.H., M.H.

Dakwaan yang pertama dengan tiga terdakwa Ir. A.I. Budi Susilo, Rendro Widoyoko dan Aris Priyanto ini dibacakan oleh JPU Rachmat Hari Basuki. Dilanjutkan dakwaan sesi kedua, dibacakan JPU Dini Ardhani. Kedua JPU ini berkantor di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Baca Juga:  Keterangan Saksi Pojokkan Marita Sani Terdakwa UU ITE

“Berkas keenam terdakwa di splitsing, karena pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2018 sekitar pukul 21.30 WIB bertempat di Jalan Raya Gubeng Nomor 88 Surabaya. Baik terdakwa Ruby Hidayat, Lawi Asmar Handrian, dan terdakwa Aditya Kurniawan Eko Yuwono bertindak secara sendiri-sendiri maupun bertindak secara bersama-sama dengan terdakwa Ir. A.I. Budi Susilo, Rendro Widoyoko dan Aris Priyanto,” kata JPU Hari Basuki saat sidang berlangsung, Senin (7/10/2019).

Dalam dakwaan JPU menyebutkan, bahwa keenam terdakwa ini dinilai telah melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja menghancurkan, membikin tak dapat dipakai atau merusak bangunan untuk lalu lintas umum atau merintangi jalan umum darat atau air atau menggagalkan usaha untuk pengamanan bangunan atau jalan itu, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi keamanan lalu lintas.

Baca Juga:  Di Vonis 17 Tahun, Bandar Narkoba Malaysia Pikir-Pikir

Seperti diketahui, Jalan Raya Gubeng ambles, pada 18 Desember 2018 sekitar 20.00 WIB. Amblesnya Jalan Gubeng ini disebabkan oleh adanya proyek pengerjaan basement samping RS Siloam milik PT Saputra Karya yang dikerjakan oleh PT Nusa Kontraktor Enjineering Tbk.

Pada kasus ini para terdakwa didakwa JPU dengan Pasal berlapis. Tiga terdakwa berkas pertama dijerat dengan Pasal 192 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian tiga terdakwa dalam berkas kedua dijerat dengan Pasal 63 ayat 1 UU RI Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1. (Ady).