Dituduh Member Tutup Aplikasi MeMiles, Gidion: Itu salah alamat

SURABAYA – Pernyataan puluhan member MeMiles kemarin, perihal aplikasi diduga ditutup oleh penyidik Polda Jatim, mendapat penegasan dari Dirreskrimsus, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Kamis (16/1/2020).

Dalam pernyataan Gidion, sejak terbongkarnya dugaan investasi bodong di bawah naungan PT Kam And Kam, Polda Jatim tidak pernah menutup atau men-shut down aplikasi MeMiles tersebut.

Melainkan aplikasi MeMiles tutup karena memang tidak membayar server. Dengan tidak terbayarnya server yang digunakan MeMiles, dengan otomatis pihak server akan menghentikan aktifitas online MeMiles.

“Saya tegaskan, bukan Polda Jatim yang menutup aplikasi MeMiles. Justru MeMiles lah yang tidak membayar server sehingga diputus,” ujar Gidion, Kamis (16/1/2020).

Untuk itu, kata dia, puluhan member beberapa waktu lalu yang meminta Polda Jatim membuka kembali aplikasi MeMiles adalah salah alamat.

Baca Juga:  Kakanwil Kumham Jatim Hadiri Puncak Peringatan Hari Bhayangkara di Makodam V Brawijaya

“Itu salah alamat. Bukan kita (Polda Jatim) yang menutupnya. Polda Jatim hanya memblokir rekening PT Kam And Kam yang menaungi MeMiles,” tegasnya.

Sebelumnya, puluhan member MeMiles mendatangi Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Selasa (14/1/2020) siang. Mereka datang bertujuan untuk menjenguk salah satu gurunya yaitu Kamal Tarachan atau Master Sanjay yang saat ini ditahan di Polda Jatim.

Dalam kasus dugaan investasi bodong MeMiles, Sanjay telah ditetapkan tersangka oleh Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim bersama tiga rekannya.

Salah satu juru bicara member pro MeMiles, Iksan menyampaikan, selain menjenguk Master Sanjay, rombongan member MeMiles yang datang dari Jakarta ini juga menuntut dibukanya kembali aplikasi MeMiles.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Sebut Peran Eka Deli Jadi Koordinator Artis PT Kam And Kam

“Kami semua merasa sangat prihatin dengan apa yang terjadi dan kita menghormati proses hukum dan biarkan berjalan apa adanya,” katanya di depan Mapolda Jatim.

Iksan menjelaskan, harapan dibukanya kembali aplikasi MeMiles, karena menurutnya bukan aplikasi yang bersalah dan kalaupun mungkin ada kesalahan, dia yakin itu kesalahan oknum atau orang, jangan malah mematikan aplikasinya.

“Memang aplikasi MeMiles ada yang perlu diperbaiki, aplikasi ini adalah prestasi anak bangsa, dan sangat jarang sekali dalam setahun kita menemukan aplikasi yang cemerlang seperti ini,” ucapnya. (Ady)