Disindir Mega, Timses Prabowo-Sandi Tantang Debat Tim Ekonomi Jokowi

Dradjad Hari Wibowo anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN)

JAKARTA – Tim Sukses (Timses) Bidang Ekonomi dari Prabowo-Sandi, Dradjad Hari Wibowo menanggapi pernyataan dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, yang mengaku belum pernah mendengar sama sekali program-program Prabowo-Sandi selama masa kampanye ini.

Pernyataan Megawati disampaikan saat membuka sekolah calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan angkatan III, di kantor DPP, jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Berkaitan dengan pernyataan Megawati itu, Dradjad yang juga merupakan anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini tidak mau mengomentari lebih jauh. Tetapi yang jelas, program-program Prabowo-Sandi telah dirilis satu-persatu.

“Saya tidak akan mengomentari pandangan bu Mega. Yang jelas, program Prabowo-Sandi sudah mulai dirilis satu per satu. Misalnya tentang peningkatan produksi pangan/pertanian dan stabilisasi harga pangan sebagai salah satu prioritas,” ujar Dradjad, dalam pesan singkatnya kepada LimaMenit.ID, Jumat (16/11/2018).

Dradjad mengaku mengontraskan program-program Prabowo-Sandi dengan kegagalan swasembada pangan yang telah dijanjikan oleh Jokowi.

Baca Juga:  Yusril Sowan ke Ponpes Sidogiri Pasuruan,  Kiai, Alumni dan Santri Dukung PBB

“Kita kontraskan program ini dengan kegagalan swasembada pangan yang dijanjikan pak Jokowi. Kita kontraskan dengan situasi di mana harga pangan sering melonjak-lonjak,” tegasnya.

Baca : Megawati Mengaku Belum Pernah Dengar Program dari Prabowo-Sandi

Sebagian rincian program pun, kata dia, pernah disampaikan oleh Prabowo-Sandi. Misalnya, realokasi dana infrastruktur yang boros ke infrastruktur produksi pangan dan pertanian. Atau penguatan Bulog dan perombakan tata kelolanya agar tidak korupsi.

Tapi, menurut Dradjad, program-program teknis seperti ini kan rendah nilai beritanya, sehingga yang ramai justru isu ecek-ecek yang tidak mendidik masyarakat.

“Tapi yang teknis seperti ini kan rendah news value-nya. Jadi yang ramai akhirnya isu ecek-ecek yang tidak mendidik,” tegasnya.

Dirinya menilai titik lemahnya Jokowi adalah tim ekonominya yang jelek, sehingga Jokowi gagal memenuhi janji-janjinya. Dradjad juga menantang debat tim ekonomi Jokowi-Ma’ruf Amin dengan tim ekonominya Prabowo-Sandi.

Baca Juga:  Soal Tata Cara Sandiaga Uno Ziarah, Cucu Kiai Bisri Harap Masyarakat Memaafkan

“Salah satu titik lemah pak Jokowi adalah tim ekonominya jelek. Tim ekonomi beliau gagal mewujudkan janji beliau. Jadi saya menunggu, kapan tim ekonomi pak Jokowi siap berdebat program dengan saya dan tim ekonomi Prabowo-Sandi,” tegas dia.

Sebenarnya, kata Dradjad, sebagian gagasan sudah dimunculkan tapi mungkin sosialisasinya perlu diperbaiki.

Sebagai contoh adalah program untuk peningkatan produksi pangan / pertanian dan stabilisasi harga pangan. Proyek infrastruktur disisir ulang, yang belum terlalu mendesak akan diundur. Dana yang cukup besar akan direalokasikan untuk peningkatan besar-besaran infrastruktur di pedesaan dan pertanian. Tujuannya adalah menopang peningkatan produksi pertanian dan pangan. Mulai dari irigasi, jalan hingga ke pengolahan dan penyimpanan.

Untuk itu, kata Dradjad, Bulog mau tidak mau harus diperkuat dari sisi pendanaan maupun asetnya, tapi dirombak tata kelolanya agar tidak menjadi sarang korupsi, termasuk pengawasan oleh masyarakat.(red/ss).