Diduga Sebagai Praktik Asusila, Mami De Berry Karaoke Diamankan Polda Jatim

SURABAYA – Tempat yang seharusnya sebagai tempat karaoke keluarga, justru malah untuk ajang praktik prostitusi. Hal tersebut ditemukan di De Berry Karaoke, room no. 14, Jalan Banyu Urip No. 246 Surabaya, saat digerebek oleh Unit V Perjudian Ditreskrimum Polda Jatim, pada Selasa (17/12/2019) lalu.

Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 23.15 WIB. Setiba di De Berry Karaoke, petugas langsung masuk ke dalam yang diduga sebagai tempat praktek prostitusi atau asusila. Di salah satu ruangan, petugas mendapati pengunjung dengan Purel (Ladies Escort) sedang berhubungan seks dan melakukan tarian striptis.

Puluhan wanita diamankan petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, petugas telah mengarah kepada selah seorang wanita untuk dijadikan tersangka utama. Dia berinisial DM alias Mami L (36) warga Jalan Krembangan Surabaya.

Baca Juga:  Lewat Pintu Lain, Ari Sigit Datang Sendirian di Polda Jatim

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie mengungkapkan, peran pelaku dalam kasus prostitusi tersebut yakni menawarkan Purel kepada tamu dengan cara show di dalam room, sekalian juga bisa untuk melayani berhubungan intim.

“Untuk LC melayani hubungan seks atau ML, pelaku membandrol tarif Rp 500 ribu hingga Rp.1,5 juta. Dari tarif tersebut pelaku mengaku mendapat bagian Rp.300 ribu,” kata Kombes Pitra saat pimpin gelar rilis di Mapolda Jatim, Kamis (19/12/2019).

Sementara, Kanit Unit V Perjudian AKP Aldy Sulaiman menambahkan, tempat itu digrebek setelah petugas sebelumnya mendapat laporan dari Masyarakat, bahwa ada dugaan praktek Asusila ditempat itu.

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar Praktik Aborsi di Surabaya dan Sidoarjo

“Perbuatan pelaku DM alias Mami ini telah melanggar Pasal 296, Pasal 506 dengan mengambil keuntungan dari pelacuran,” terang Aldi.

Didalam room, petugas menemukan dua orang laki-laki dengan perempuan yang bukan pasangan suami istri (Pasutri), satu pasangan tertangkap tangan saat melakukan hubungan seks dan satu pasangan lainnya melakukan tarian striptis.

Uang tunai senilai Rp.6.231.700,- (enam juta dua ratus tiga puluh satu ribu tujuh ratus rupiah, dan sejumlah barang bukti lainnya seperti 2 buah celana dalam wanita, 2 buah celana dalam pria, 2 buah BH, 1 buah kondom merk sutra yang sudah terpakai, 1 buah kondom merk sutra yang belum terpakai, dan 2 lembar invoice Room. (Ady)