Bertemu Presiden Jokowi, KPU Laporkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menerima pengurus Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/11).

Ketua KPU Arief Budiman usai pertemuan kepada wartawan menjelaskan, pihaknya melaksanakan salah satu kewajiban penyelenggara Pemilu sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, bahwa setelah selesai melaksanakan penyelenggaraan Pemilu, KPU wajib menyampaikan laporan kepada Presiden dan DPR.

“Hari ini kami sudah menyampaikan kepada Presiden dan selanjutnya kami sedang menunggu jadwal untuk bisa menyampaikan laporan kepada DPR,” kata Arief.

Selain menyampaikan kepada Presiden dan DPR, menurut Arief, KPU juga berencana menyampaikan kepada lembaga-lembaga terkait misalnya MPR, kemudian DPD, kemudian mitra kerja KPU, kementerian terkait serta kepolisian dan TNI.

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham Jatim Apresiasi TPS Lapas Sidoarjo

“Laporan ini perlu kami sampaikan sebagai bahan bagi para pihak untuk bisa mengevaluasi, memberi masukan, memberi catatan sekaligus menentukan ke depan langkah kita supaya pemilu dan demokrasi kita menjadi semakin baik seperti apa,” jelas Arief.

Menurut Ketua KPU, beberapa catatan yang menjadi poin-poin penting yang disampaikan kepada Presiden misalnya terkait pelaksanaan seluruh tahapan yang sudah berjalan dengan baik.

Kemudian terdapat beberapa catatan penting misalnya jumlah kandidat perempuan dalam Pemilu 2019 itu mengalami kenaikan, bukan hanya jumlah kandidat perempuannya tapi keterpilihannya itu juga mengalami kenaikan.

Selain itu, KPU juga menyampaikan penggunaan anggaran yang diberikan oleh negara dalam 3 tahun anggaran, 2017, 2018 dan tahun anggaran 2019, diperkirakan karena ini tahun 2019 belum selesai semua diperkirakan penyerapan nanti secara total akan mencapai 86,33%.

Baca Juga:  Ketua DPR RI Minta KPU Perbaiki Sistem Penyelenggaraan dan Sosialisasi Pemilu

“Kami juga menyampaikan tren partisipasi pemilih di dalam pemilu 2019 yang mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Ketika Pemilu 1999 sampai dengan pemilu 2014 tren itu grafiknya cenderung menurun walaupun di pemilu 2014 mengalami kenaikan yang tidak terlalu besar, tapi di 2019 kita mengalami kenaikan hampir 7% dibandingkan Pemilu 2014,” terang Arief.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (RAF/JAY/ES)