Bawa Senpi Rakitan, Dua Bandar Pil Koplo Asal Jember Dibekuk Polda Jatim

SURABAYA – Kedapatan memiliki senjata api (Senpi) rakitan ilegal guna untuk melancarkan peredaran pil koplo jenis Trihexyphenedyl, dua orang bandar pil koplo asal Jember dibekuk Dirreskrimum Polda Jatim.

Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Fadli Widiyanto, merilis dua pelaku merupakan bandar pil koplo yang diketahui bernama Doni Efendi (31) dan Syaiful Anwar (35). Keduanya warga Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jember.

“(Para pelaku) sudah lama menjadi target penangkapan yang kita tangkap hari Minggu, 5 Januari 2020 kemarin. Salah satu dari dua pelaku memiliki senpi ilegal yang digunakan untuk untuk menyakinkan dan memberikan kepercayaan kepada pengedar dibawahnya,” kata Fadli didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Kasubdit Jatanras, Kompol Oki Ahadian saat rilis di halaman Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga:  Pakai Telur Busuk, Rumah Produksi Makanan Ringan di Lumajang Digerebek Polda Jatim

Terkait kepemilikan senpi ilegal diakui pelaku sudah hampir empat bulan. Awalnya airsoftgun yang sengaja dirakit pelaku menjadi senpi jenis pistol.

Pelaku mendapatkan senpi tersebut yang digadaikan dari seseorang di Banyuwangi sebesar Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah).

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku adalah pil koplo jenis Trihexyphenedyl sebanyak 37.499 butir dan 6 butir peluru aktif.

Fadli menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Jember untuk menangani kasus ini. “Untuk penanganan dan pengembangan kasus ini kita limpahkan ke Polres Jember,” tandasnya.

Baca Juga:  Kakanwil Kumham Jatim Hadiri Puncak Peringatan Hari Bhayangkara di Makodam V Brawijaya

Perbuatan pelaku telah melanggar undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009. (Ady)