Batik Tulis ‘Bagajo Jeruji’ Ciri Khas Tersendiri dari WBP Lapas Banyuwangi

BANYUWANGI – Lapas Kelas II B Banyuwangi menyediakan wadah bagi para warga binaan untuk mengisi waktu selama didalam tahanan dengan berbagai kegiatan positif.

Salah satunya dengan memberikan kesempatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) menciptakan batik tulis dengan nama Batik Gajah Oling (Bagajo) yang memiliki ciri khas tersendiri. 

Batik Bagajo sendiri memiliki ciri khas ornamen gelang-gelang yang menghiasi motif Gajah Oling, yang merupakan motif khas batik asli Banyuwangi. 

“Bagajo Jeruji ini diciptakan oleh warga binaan Lapas. Ada ciri khas disini yakni ada gelang-gelang yang mewarnai motif Gajah Oling. Gelang gelang atau gelang ini diibaratkan borgol. Ini ciri khas ornamen batik yang diciptakan warga binaan,” ujar KPLP Yusuf Purwadi didampingi Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Banyuwangi, Sunaryo, Kamis (25/7).

Penciptaan ornamen pelengkap batik Gajah Oling ini, kata Yusuf setelah warga binaan mendapatkan materi oleh beberapa pengrajin batik di Banyuwangi.

Baca Juga:  Kakanwil Susy Susilawati Minta Pimti Fokus Serapan Anggaran

“Bukan hanya itu, beberapa alat untuk membatik juga disumbang oleh para pengrajin batik,” ujar Yusuf. 

Ditempat sama, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Banyuwangi, Sunaryo mengatakan Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembinaan warga lapas, agar memiliki kegiatan positif dalam menjalani proses hukum.

Selama kurang lebih 10 bulan ini, mereka sudah menciptakan batik sendiri dan dijual di pasaran.

“Untuk memproduksi batik tulis ada beberapa kelompok yang terdiri dari kelompok pembatik putra dan kelompok pembatik putri. Seluruh kelompok ini merupakan warga binaan yang menjalani masa hukuman di dalam Lapas,” kata Sunaryo. 

Sunaryo menjelaskan, untuk pemasaran Batik Bagajo Jeruji sudah dipesan oleh masyarakat perorangan maupun lembaga. Salah satunya adalah anggota DPRD Banyuwangi. 

Baca Juga:  Terkait Inovasi Layanan, Kemenkumham Jatim Dapat Apresiasi dari Dirjen HAM dan Staf Khusus Menkumham

“Kami mematok harga sekitar Rp 200 ribu. Paling mahal Rp 500 ribu. Untuk sekelas batik tulis harga itu tergolong murah. Bisa pesan juga di sini tergantung motif yang disukai,” pungkasnya. 

Sementara itu, Sanhari salah satu warga binaan yang ikut dalam program pembinaan Batik Bagajo Jeruji mengaku sangat antusias dengan adanya kegiatan membatik ini.

Menurutnya dengan kegiatan ini akan menjadi modal keterampilan baginya ketika besok kembali ke masyarakat.

“Terus terang saya sangat senang dengan adanya kegiatan membatik ini. Jadi ketika nanti saya selesai menjalani pembinaan di Lapas Banyuwangi saya memiliki keterampilan baru dan akan menekuni usaha membatik ini, sehingga tidak akan kembali melakukan kejahatan lagi,” kata warga binaan Lapas Kelas II B Banyuwangi yang tersangkut kasus tipikor itu. (Her/red).