Arief Poyuono Usir Demokrat, TKN Jokowi: Demokrat Sudah Tinggalkan Koalisi Sebelum Diusir

0

JAKARTA – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyebut Partai Demokrat (PD) sudah keluar dari koalisi pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, sebelum diusir oleh Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono.

“Jika relasi BPN seperti Pak Arief Poyuono seperti ini, maka BPN akan ditinggalkan sendirian dalam kekalahan. Lagi pula, sebelum ‘diusir’, Partai Demokrat saya yakin sudah meninggalkan duluan koalisi mereka ini. Apalagi langkah-langkah mereka dalam menyikapi kekalahan dilakukan dengan cara di luar akal sehat,” kata Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

Ketua DPP Golkar ini mengatakan bahwa, koalisi seharusnya dibangun atas dasar kebersamaan. Dia juga berbicara soal komunikasi yang sudah dijalin TKN dengan Demokrat.

“Bagi kami, sekali lagi, membangun kebersamaan dalam koalisi itu tidak bisa dengan saling tuding-menuding. Kita ingin membangun chemistry dalam koalisi itu. Kami telah membangun komunikasi dengan Partai Demokrat. Kami telah merajut silaturahmi dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua TKN Johnny G Plate mengatakan pihaknya selalu membuka kerja sama dengan semua partai. Namun dia tidak ingin mencampuri polemik internal koalisi Prabowo.

“Kami menyambut kekerabatan politik dengan semua partai. Tentu akan menjadi tidak elok jika kami memberikan komentar atas dinamika di internal koalisi 02,” ujar dia.

Sebelumnya, Arief Poyuono meminta PD keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Poyuono meminta Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tak bersikap seperti serangga undur-undur.

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala,” kata Arief dalam keterangannya.

Arief menilai gelagat SBY yang mencla – mencle dikarenakan belum mendapat jaminan hukum dari Presiden Joko Widodo. Arief menyebut keluarga SBY diduga banyak terlibat kasus korupsi. Misalnya, Pembangunan wisma atlet di Hambalang, Bogor.

“Dan saya tahu kok kenapa kayak undur undur ,maklum belum clear jaminan hukum dari kangmas Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus Korupsi ,kayak kasus Korupsi proyek hambalang ,” ucap Arief.

Berang menanggapi statement dari Arief Poyuono, Demokrat meminta Gerindra untuk memberi peringatan. “Kami meminta kepada Gerindra untuk segera menegur Poyuono dan meminta maaf,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Menurut Jansen, tuduhan Arief tersebut tergolong serius. “Pertanyaan kami, pikiran Poyuono menuduh keluarga SBY ini korupsi mewakili pikiran Prabowo selaku Ketua Umum Gerindra dan pimpinan koalisi atau tidak?” ucap Jansen.

“Kalau iya, ini sangat berbahaya karena tuduhan Poyuono ini tuduhan yang serius secara hukum. Tapi jika tidak kami meminta kepada Gerindra untuk segera menegur Poyuono dan meminta maaf,” lanjutnya.

Jansen menegaskan bahwa Arief harus siap mempertanggungjawabkan ucapannya di depan hukum. Dia juga menyinggung soal peran Arief sebagai kader Gerindra yang mana pengusung utama Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Jansen, selaku juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi perwakilan Demokrat, merasa lebih berkontribusi dalam kerja-kerja pemenangan dibanding Arief.

“Kok malah menuduh kami. Silakan saja tanya publik. Suka tidak dengan tipe orang seperti Arif Poyuono ini. Malah setiap dia muncul yang saya tahu suara Prabowo turun,” tutur Jansen. (Vic/Red).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here