60 Santri Warga Binaan Lapas Pasuruan Resmi Diwisuda, 10 Diantaranya Dapat ‘Bonus’ Bebas Murni

PASURUAN – Program Pondok Pesantren Daarut Taubah Lapas Pasuruan tidak terasa telah memasuki tahun kelima. Atau angkatan ke-IX.

Memang, sejak tahun 2015 Lapas Kelas IIB Pasuruan secara intensif dan kontinyu membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui jalur pendalaman ilmu agama Islam. Hari ini (14/02) alumnusnya bertambah 60 Santri.

Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono hadir didampingi Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono. Selain itu, Ketua Ponpes Daarut Taubah Ustadz Umar Assegaff, Forkompimda Kabupaten Pasuruan dan Kepala UPT di jajaran Korwil Malang juga hadir.

Baca Juga:  Rutan Surabaya Berikan Layanan Penitipan Barang Drive Thru

“Kami bekerja sama dengan stakeholder yaitu Forum Al’Wafa Bi’Ahdillah Jatim yang setia mendampingi dan melatih para santri hingga lulus,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Wahyu Indarto.

Dalam sambutannya, Krismono menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Lapas Pasuruan. Program ‘Masuk Napi, Keluar Santri’ merupakan buah kerja keras pembinaan di dalam Lapas. Tentunya dengan sinergitas yang terjalin baik dengan stakeholder terkait.

“Saya berharap lulusan Daarut Taubah mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran selama di Pesantren,” ujar Krismono.

Krismono menambahkan bahwa angkatan IX kali ini meluluskan sebanyak 60 santri. Sebanyak 10 santri diantaranya mendapatkan ‘bonus’ karena juga dinyatakan telah selesai menjalani masa hukuman badan. Mereka pun dinyatakan bebas murni.

Baca Juga:  Rumah Detensi Imigrasi Surabaya Miliki Nahkoda Baru

Selanjutnya, sebanyak 60 santri angkatan X telah disiapkan untuk meneruskan jejak langkah program pesantren selanjutnya.

“Saya ingin program ini terus menjadi andalan Lapas Pasuruan.Semoga konsisten melahirkan Santri yang berguna, bermanfaat dan berakhlaq bagi Masyarakat nantinya. “Masuk napi, keluar santri. Kembali ke rumah jadi guru ngaji,” harap Krismono. (AF)